Bahaya Fanatisme Yang Berlebihan - Info Serba Ada

Breaking

Post Top Ad

Selasa, 05 Desember 2017

Bahaya Fanatisme Yang Berlebihan

Bahaya Fanatisme

iklanet.idFanatisme dapat diartikan sebagai pemahaman atau perilaku yang menunjukan ketertarikan terhadap sesuatu secara berlebihan, Biasanya orang-orang yang fanatik terhadap sesuatu memiliki cara berfikir yang sempit karena mereka berfikir tanpa didasari alasan-alasan yang kuat dan logis

Fanatisme yang berlebihan biasanya akan menjadikan sifat seseorang tidak rasional sehingga tidak dapat menerima faham yang lain dan bertujuan untuk mengejar sesuatu. Adanya fanatisme dapat menimbulkan perilaku agresi dan sekaligus memperkuat keadaan individu yang mengalami deindividuasi untuk lebih tidak terkontrol perilakunya.

Ciri-ciri yang jelas dari sifat fanatik adalah ketidakmampuan memahami karakteristik individual orang lain yang berada diluar kelompoknya, benar atau salah, Sehingga dapat mengakibatkan tidak terkontrolnya perilaku dan bersikap diluar batas. sehingga jelas sekali bahwa sikap fanatis adalah sikap yang berbahaya. bahkan bisa sama berbahayanya dengan narkoba. bagaimana tidak? Karena para fanatis bisa kehilangan akal sehatnya.

Ada banyak fanatisme yang sedang merajalela di luar sana. Seperti fanatisme kesukuan, fanatisme ketokohan dan lainnya. Tidak ada yang salah dengan suku atau tokoh yang disukai. yang salah adalah sikap berlebihan dalam menyukainya.

Sikap berlebihan tersebut membuat penderitanya menjadi konyol. Sikapnya brutal dan membabi buta. Bisa dalam hal tindakan, ucapan atau tulisan (terutama di sosmed). Dan yang lebih konyolnya lagi, Sering kali tindakan mereka justru bertentangan dengan hal yang mereka sukai dan cintai. Bahkan dalam banyak kasus merugikan pihak yang mereka sukai dan cintai itu.

Berikut dampak negatif  fanatisme yang berlebihan

1. Kehilangan Sikap Rasional

Pada awalnya seseorang lebih rasional dalam melihat tokoh idolanya. Mereka melihat talenta dan kemampuan dari sosok tersebut. Namun lama-lama karena terlanjur ngefans berat dengan sosok tersebut, Hilanglah penilaian rasional dan berganti menjadi penilaian emosional.

Dan yang lebih parahnya lagi, Jika idolanya tersebut melakukan sebuah kesalahan, Seorang yang sudah terlanjur ngefans berat dengan tokoh tersebut akan sangat sulit menilai kesalahannya dan cenderung mencari pembenaran untuk membela sosok idolanya.

2. Meniru Semua Hal Tentang Tokoh Idola

Bagi seorang penggemar berat, Semua hal yang dilakukan idolanya selalu dianggap sesuatu yang paling benar, keren, hebat, dan terbaik. Maka dia tak akan segan untuk meniru segala hal tentang tokoh idolanya itu. Sisi negatifnya adalah jika penggemar meniru perilaku idola secara penuh tanpa adanya sebuah filter.

Mulai dari cara berbusana yang cenderung jauh dari nilai kesopanan, Gaya bicara yang diperagakan sang idola, Meskipun gaya bicaranya penuh dengan kata-kata kotor, Perilaku tokoh idola yang negatif seperti free sex, perselingkuhan, narkoba, budaya kawin cerai, dan semuanya yang telah banyak terungkap di media massa. Para penggemar berat akan merasa ada justifikasi untuk meniru perilaku buruk tersebut.

3. Mudah Membenci Orang

Kecintaan itu dekat dengan benci. Kecintaan yang berlebihan kepada tokoh idola akan menimbulkan kebencian. Kebencian kepada tokoh pesaing lain. Benci jika ada orang yang mengkritik idolanya. Yang tidak masuk akal lagi, Mereka juga benci jika pesaing sang idola tersebut lebih hebat dari tokoh idolanya tersebut.

Mereka para penggemar berat akan selalu berusaha untuk menjatuhkan para pesaing idolanya tersebut, Meskipun harus menggunakan cara yang tidak wajar, Seperti selalu menghujat, menyebar kebohongan tentang pesaing idola mereka dan cara lainnya yang sudah di luar batas.

4. Dampak Psikologi Yang Muncul

Pada tahap tertentu, Seseorang yang terobsesi pada idolanya akan mengalami dampak psikologi yang luar biasa. Pertama adalah delusi seakan masuk dalam dunia sang idola. Lalu emosi yang terkendali berkenaan dengan sang idola.

Besar kemungkinan juga akan mengalami depresi jika obsesinya tentang tokoh idola tersebut tidak tercapai, atau ketika sang idola mengalami tragedi seperti kecelakaan atau meninggal dunia. Bisa jadi, para fans tersebut menjadi depresi berat, stres, gila, bahkan ada juga yang sampai ingin bunuh diri.

Oleh karena itu, Kefanatikan juga ada batasnya, kita boleh membanggakan apa yang kita pahami dan kita anggap paling benar. Akan tetapi, Jangan menjatuhkan pemahaman selain diluar kita. Apalagi pada saat ini banyak sekali pengaruh-pengaruh luar biasa banyak ragamnya. Kalau kita tak mencoba untuk berfikir secara terbuka, mencoba menelaah setiap kelemahan dan kelebihan pengaruh-pengaruh diluar, mengambil cara pragmatis dengan mengikuti tradisi yang telah ada. Tak menutup kemungkinan “penyakit” fanatisme lambat laun akan masuk dalam pikiran kita. Apalagi kita hidup dengan berbagai macam orang yang memiliki latar belakang yang beragam. Dan kita hidup di dunia dengan perkembangan yang luar biasa pesat. Bisa dibayangkan bagaimana tertinggalnya kita jika tidak benar-benar bersikap arif dan berfikiran obyektif dan terbuka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman