Negara Yang Melegalkan Penggunaan Narkoba

Negara Yang Melegalkan Penggunaan Narkoba

iklanet.id - Penggunaan narkoba sudah jelas merupakan perbuatan yang melanggar hukum. Hampir semua negara melarang penggunaan barang haram tersebut, Akan tetapi ada beberapa negara yang justru memperbolehkan warganya menggunakan narkoba.

Negara-negara yang melegalkan narkoba ini memiliki undang-undang yang memberikan kebebasan bagi warga negaranya untuk menggunakan narkoba, Bahkan ada pemerintahan yang menjual ganja untuk warganya.

Banyak yang beranggapan jika Narkoba bisa digunakan asal sesuai aturan. Namun aturan selalu dibuat untuk dilanggar, kan? Keputusan pelegalan Narkoba ini sangat disayangkan. Terlebih jika generasi muda yang akhirnya terjebak di dalamnya. Berikut ini beberapa negara yang melegalkan penggunaan Narkoba.

1. Republik Ceko

Pada tahun 1998, Narkoba yang digunakan untuk perdagangan saja yang ilegal. Kepemilikan individu tidak dianggap melanggar hukum. Lalu aturan pun diubah lagi pada tahun 2009 hingga muncul Narkoba apa saja yang legal dan berapa ukuran penggunaan yang dianggap wajar hingga tak harus berurusan dengan penegak hukum.

Untuk jenis Canabis (Marijuana) pemerintah menetapkan kepemilikan 5 pohon atau yang sudah kering 5 gram. Ekstasi dianggap ilegal jika melebihi 4 tablet. Kokain hanya boleh dikonsumsi 1 gram sementara Amphetamine boleh hingga 2 gram. Narkoba lain jenis Peyote dan LSD hanya boleh dipakai secara individu hingga 5 tablet.

2. Portugal

Pada tahun 2001, Portugal menjadi negara Eropa pertama yang menghapuskan hukuman pada kepemilikan secara personal pada narkoba. Lalu dalam beberapa tahun aturan ini diperbarui dengan memberikan limit atau batasan pada jenis-jenis tertentu. Jika pengguna menghabiskan Narkobanya dalam batas yang tak wajar pemerintah lebih suka mengirimnya ke tempat rehabilitasi.

Narkoba yang dilegalkan di negara ini meliputi Marijuana hingga 25 gram. Selanjutnya opium dan morphine berturut-turut 10 gram dan 2 gram. Narkoba jenis Hashish dibatasi hingga 5 gram. Terakhir jenis Amphetamine, Metadone, Heroin, dan MDMA masing-masing tak boleh digunakan melebihi 1 gram jika tidak ingin ditangkap dan dimasukkan ke pusat rehabilitasi.

3. Uruguay

Negara ini sebenarnya pernah melarang dan memenjarakan siapa saja yang terbukti memiliki atau menggunakan narkoba. Namun pada tahun 2012 lalu, Pemerintah mulai menjual ganja sendiri, Sebagian besar untuk memerangi kartel saat ini yang melanda Amerika Tengah dan Selatan.

Meskipun jalan untuk dekriminalisasi ganja diakui pemerintah, tidak banyak negara yang mengikuti caranya. Pemerintah Uruguay berharap negara-negara lain ikut menggunakan cara tersebut untuk mengurangi tingkat kematian dan bertempur melawan narkoba dengan sesuatu kebebasan bersyarat.

4. Belanda

Tepatnya di Amsterdam. Ibukota Belanda yang paling terkenal dengan pariwisata obat-obatan terlarang di dunia. Pembelian sejumlah kecil dari ganja di cafe adalah hal yang legal di sana.

Akan tetapi di Amsterdam petani dilarang memasok atau mengimpor ganja ke cafe. Hukum mengatur pembelian dan penjualan ganja dengan sejumlah peraturan. Namun tetap saja ada kebebasan untuk masyarakat membeli obat-obatan lain di beberapa toko di sana. Bahkan aparat penegak hukum akan memperbolehkan masyarakat memakai barang tersebut di cafe.

5. Meksiko

Meskipun Meksiko telah menjadi negara yang memiliki kebijakan hukum paling bebas di dunia untuk penggunaan narkoba, Namun tetap saja hal tersebut dianggap sangat menyesatkan.

Pada tahun 2009, psikotropika termasuk heroin, LSD, dan kokain dilegalkan di Meksiko. Hal tersebut terjadi karena terlalu banyaknya pasar gelap di negara itu sehingga banyak angka kriminalitas yang menyebabkan tingginya kerusakan, kematian dan kehancuran moral masyarakat.

Untuk sementara ini memang sangat mudah mendapatkan obat-obatan terlarang di Meksiko, bahkan dengan harga yang sangat murah. Namun ketahuilah bahwa itu justru akan menyebabkan Anda semakin terbunuh secara perlahan.

Artikel lain : Bahaya Narkoba

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.